Postingan

Gue Bukan (hanya) Seorang Perencana

Gambar
gue lagi di jakarta, ya...sebelum gue sibuk dan gak sempet lagi main di jakarta setidaknya gue puas-puasin dulu. jadwal gue di semester ini padat merayap, bakalan kuliah dari senin sampe sabtu. sebenernya bukan hal yang baru sih, semester sebelumnya juga kayak gitu tapi di semester ini gue punya target-target tertentu. gue harus menahan hasrat buat gak sering balik ke jakarta dan berusaha menjadi lebih aktif, semoga dan amin. gue mungkin adalah seorang perencana, dan mungkin itu hal baik. tanpa adanya rencana semua gak bakalan menjadi lebih baik. walaupun kenyataannya banyak orang sukses tanpa ada rencana yang mantap. bisa dilihat contohnya seperti pendiri primagama, bob sadino atau yang lainnya, mereka menjalankan semua tanpa rencana. Besok bakalan balik ke bogor, beberapa rencana udah ada di otak gue dan ingin sekali untuk direalisasikan. sebenarnya percuma juga kalo hanya sekedar rencana tanpa ada action nya. ya..semoga gue bisa ikhlas dan istiqamah terhadap rencana-rencana ini....

Ya...

Dari pengalaman sebelum-sebelumnya, biasanya sekarang kalo gue udah berada di Bogor gue bakalan sedih. ya, sedih karena meninggalkan kampung halaman. tapi, gue rasa itu gak bakalan terulang lagi. jujur, gue senang berada disini, gue gak merasa ada sesuatu yang berbeda ketika kembali memulai aktivitas gue di Bogor. hmm...gue malah senang, akhirnya gue bisa memulai kehidupan gue lagi. memulai kehidupan yang mungkin akan menentukan dan merubah masa depan dan cita-cita gue. gue kembali bersemangat. thankfull for Orientation for new generation of faculty economic and management, Bogor Agriculture University. I get new lesson on this day. gue baru aja selesai ospek. ya...ospek di tahun kedua setelah lulus di TPB. MPD (masa perkenalan departemen) dan MPF (masa perkenalan kampus). Gue banyak mendapatkan pelajaran disana. Dari hal yang terkecil sampe yang terbesar. yeah, it's great moment on my life.  you know? gue semakin mengenal banyak teman dan semakin dekat, walaupun sebanarnya u...

Gak tau ngapain

gue lagi gak tau ngapain. heh? "gak tau ngapain" jelas banget pemalasnya. yeah..gue gak tau, gue gak mau, dan gue males. sekian

Bad Mood Parah

ah, gue gak tau kenapa hari ini gue bad mood parah. banyak yang gue pikirin tapi gue males nyebutnya satu per satu. yang penting sekarang gue jalani apa yang seharusnya gue jalani deh, apapun yang terjadi nanti yang penting gue udah ngerjain itu. yang bikin gue bad mood nya bertambah itu soal memory card gue yang tiba2 gak tau kenapa bermasalah saat gue butuh dia nya. ah, males gue. tapi gue harus tahan, ya...sekarang lagi puasa. gue harus bisa nahan emosi, nahan hal yang ngerusak ibadah puasa gue. ya Allah -___-

Cinta Itu Masalah Hati dan Rasa

Bicara soal cinta, sepertinya bakalan menjadi topic yang gak pernah habis buat dibahas dan bakalan menjadi sensitive bagi orang-orang yang teraniaya kaya gue (red: jomblo). Walau kata ini terdengar sangat menderita, tapi jujur gue gak menderita kok. Yang gue bilang 50:50 deh. Bisa dibilang gue menikmati hidup gue yang sekarang, enjoy dan bebas. Dan bisa dibilang jika gue memiliki sesuatu yang kurang dalam hidup ini, yaaa…apalagi kekurang bahan buat dibahas jika berkumpul dengan orang yang pacaran. Hahaha Cinta itu masalah hati, cinta itu masalah rasa. Dan itu terasa banget. Dan itu jelas gak bisa dipaksa, dihapus disiram dan dimakan buat buka. “Kau tahu rasa itu sangat nakal, dia terungkap secara frontal, merasuk dalam pikiran dan mental. Kau tahu rasa itu sangat nakal, saat dia masih terasa kental, menghujam hati dan raga menjadi brutal. Kau tahu rasa itu sangat nakal. Dia terbuat dari metal, tidak akan mudah untuk bisa ditempal. Kau tahu rasa itu sangat nakal, andai ...

Antara Penting dan Tidak Penting

Jika nanya apa yang penting bagi setiap pribadi orang, gue yakin bakalan punya jawaban yang berbeda. Berarti penting itu relative dan sesuai dengan presepsi masing-masing orang. Ya   gak bisa dong nyalahin apa yang penting bagi seseorang. Dan gue yakin setiap orang tahu itu. Paling beberapa orang bakalan dianggap agak aneh jika memiliki kepentingan yang berbeda dari kebanyakan orang. Hmm…jadi berbeda itu asik dan jadi biasa itu membosankan. Okeh, pertanyaan biasa deh. Bagi lo apa yang paling penting di hidup ini? Kalo gue…gue gak bisa jawab. gue jujur dong, bukan munafik…heh? Munafik? Bukan..bukan. gue juga gak tahu soal itu.   Maksud gue, saat ini gue belum memprioritaskan apa yang penting buat gue. Walau udah bikin konsep, cieelah konsep. Hahaha Yang penting itu adalah:  Diri gue? Keluarga gue? Sahabat gue? Ya..itu sangat penting. Pacar gue? Siian gue gak punya, jadi itu belum penting dan kira-kira bisa dibilang gak penting lah. Masa depan? Kayaknya...

Gue ‘Iri’? Ya itu benar

Iri? Kata yang indah didengar. Coba deh, dibalik aja! masih aja memiliki lafal yang sama kan? Artinya tentu gak berubah dong. Wah itu kata yang keren dan berbahaya dong. Dalam agama iri itu termasuk perbuatan yang tercela. Ya, itu bener. Dari kecil pun kita udah diajarkan buat ngejauhi sifat begitu. Sering denger hadist yang berbunyi “iri itu merusak kebaikan seperti mana api memakan kayu bakar”. Oke, judul gue di atas gue mengaku bahwa gue itu orang yang suka iri-an (ambigu). Lah? Gue dosa dong. Ya tentunya… kalo irinya buat ngerusak kebaikan gue. Tapi di sini gue bilang bahwa gue itu ‘iri’ (pakai kutip satu, red: aturan EYD). Gak tahu kenapa gue merasa ‘iri’, bahkan ‘iri’ yang meningkat. Hmm…gue bakal sebut satu persatu rasa ke-‘iri’-an gue yang muncul akhir-akhir ini. 1. Liat sepupu gue yang lulus di kedokteran waktu SNMPTN rasanya gue ‘iri’. Iya tah? Sebenernya gak terlalu sih. Tapi berhubung itu jurusan yang di”nomor”satukan bagi banyak orang ya menurut gue sepatutnya aja g...